NUSANTARANEWS.ASIA, JAKARTA – PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menunjukkan kinerja bisnis yang semakin solid dengan membukukan pertumbuhan pendapatan, laba, serta peningkatan investasi strategis guna memperkuat transformasi digital Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi landasan bagi perusahaan untuk menaikkan target kinerja sepanjang tahun sekaligus mempercepat pembangunan jaringan 5G dan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

President Director & CEO IOH, Vikram Sinha, mengatakan momentum keuangan dan operasional yang kuat membuktikan strategi “AI North Star” yang dijalankan perusahaan berada di jalur yang tepat. Strategi tersebut mencakup pengembangan Telco berbasis AI, Techco berbasis AI, hingga peran Indosat sebagai AI Nation Shaper melalui inisiatif Sahabat AI dan Indonesia AI Centre of Excellence.

“Kami melihat seluruh fondasi transformasi AI yang kami bangun mulai memberikan hasil nyata bagi pertumbuhan perusahaan maupun pengembangan ekosistem digital Indonesia,” ujarnya.

Secara kinerja keuangan, Indosat mencatat pertumbuhan pendapatan mendekati 13 persen secara tahunan. Pertumbuhan EBITDA bahkan lebih tinggi, mencapai 14 persen, sementara laba bersih melonjak hampir 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Vikram, salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut berasal dari meningkatnya Average Revenue Per User (ARPU) yang naik sekitar 17 persen secara tahunan. Hal ini menunjukkan peningkatan kualitas pelanggan sekaligus efektivitas strategi bisnis perusahaan.

Di sisi strategi korporasi, Indosat juga berhasil menyelesaikan proses carve out aset jaringan serat optik sebagai bagian dari transformasi menuju organisasi yang lebih ringan aset (asset-light organization). Dalam proses tersebut, perusahaan menggandeng Asianet Group dan telah menerima dana transaksi sekitar Rp11,7 triliun.

Meski melepas sebagian aset, Indosat tetap memegang 49 persen kepemilikan pada perusahaan hasil kerja sama tersebut. Platform baru ini akan menjadi kendaraan utama untuk memperluas jaringan fiber nasional, mempercepat pembangunan fiber-to-site, mengembangkan layanan Fiber-to-the-Home (FTTH), sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur AI di Indonesia.

Vikram menilai keberadaan platform tersebut akan menjadi fondasi penting dalam menyambut era AI Supercycle, ketika kebutuhan terhadap pusat data, komputasi awan, dan jaringan digital diperkirakan meningkat secara signifikan.

Tak hanya itu, bisnis AI Cloud yang dikembangkan Indosat juga mulai menunjukkan prospek yang menjanjikan. Hingga Semester I, pendapatan dari layanan tersebut telah mencapai sekitar 33 juta dolar AS, sementara nilai kontrak yang telah diamankan untuk sepanjang tahun diperkirakan mencapai sekitar 113 juta dolar AS.

“AI Cloud kini mulai menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru bagi Indosat. Ke depan akan ada banyak perkembangan penting yang akan kami hadirkan,” kata Vikram.

Melihat tren positif tersebut, Indosat memutuskan menaikkan target pertumbuhan pendapatan dan EBITDA dari sebelumnya berada pada kisaran mid-to-high single digit menjadi mendekati double digit.

Perusahaan juga meningkatkan alokasi belanja modal (CapEx) secara signifikan dari Rp13 triliun menjadi Rp23 triliun. Tambahan investasi sebesar Rp10 triliun sepenuhnya diarahkan untuk mempercepat pengembangan jaringan 5G, menyusul selesainya proses alokasi spektrum 2,6 GHz dan 700 MHz oleh pemerintah.

Investasi tersebut ditujukan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi hampir 100 juta pelanggan Indosat sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam pengembangan ekonomi digital berbasis AI.

Ke depan, Indosat akan terus memfokuskan strategi pada penguatan identitas digital, percepatan pembangunan infrastruktur digital melalui pemanfaatan spektrum baru, serta pengembangan teknologi AI yang diyakini menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

Dengan kombinasi pertumbuhan kinerja, ekspansi infrastruktur, dan investasi besar pada AI serta 5G, Indosat optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan teknologi digital terdepan yang mendukung transformasi ekonomi Indonesia. (Iman Suryanto)