NUSANTARANEWS.ASIA, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membekali peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 dengan pemahaman mengenai karakteristik iklim Indonesia sebagai bekal menyusun strategi pembangunan yang lebih adaptif di kawasan transmigrasi.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan setiap wilayah di Indonesia memiliki kondisi iklim yang berbeda sehingga pendekatan pembangunan tidak dapat disamaratakan. Menurutnya, pemahaman terhadap karakter musim dan kondisi geografis menjadi faktor penting dalam menentukan arah pembangunan yang tepat.
“Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karena itu, kita perlu memahami kondisi iklim masing-masing wilayah agar dapat menentukan langkah pembangunan yang tepat,” ujar Faisal dalam pembekalan TEP 2026 di Bogor.
Ia menjelaskan, data meteorologi, klimatologi, dan geofisika dapat dimanfaatkan untuk menentukan komoditas unggulan, pola tanam, mitigasi risiko bencana, hingga pengembangan energi terbarukan sesuai potensi masing-masing daerah.
Faisal juga mengingatkan bahwa peserta TEP 2026 akan mulai bertugas pada awal Agustus 2026, bertepatan dengan puncak musim kemarau di sekitar 60 persen wilayah Indonesia. Kondisi tersebut diperkirakan semakin menantang akibat pengaruh El Nino yang menyebabkan musim kemarau tahun ini lebih kering dan berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.
Menurutnya, tantangan tersebut harus dijawab dengan perencanaan pembangunan yang berbasis data dan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim.
Salah satu peserta TEP 2026, Ndaru Luriadi, menilai materi dari BMKG memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya data iklim dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi. Data tersebut dinilai tidak hanya berguna saat terjadi bencana, tetapi juga menjadi dasar dalam menganalisis potensi wilayah dan menyusun rekomendasi pembangunan yang berkelanjutan.
Ndaru yang akan bertugas di Kawasan Transmigrasi Werianggi, Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengatakan pemahaman mengenai cuaca, musim, dan karakteristik iklim akan membantu peserta mengidentifikasi peluang sekaligus risiko di daerah penugasan.
Melalui pembekalan ini, BMKG berharap Tim Ekspedisi Patriot 2026 mampu memanfaatkan data meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagai landasan dalam merancang pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih tangguh, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.





