NUSANTARANEWS.ASIA, JAKARTA – PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang periode pelaporan dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun, atau tumbuh 13,1 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pencapaian tersebut turut diikuti peningkatan profitabilitas dan penguatan struktur keuangan perusahaan.
Kinerja positif itu tercermin dari EBITDA yang meningkat 13,6 persen YoY, sehingga marjin EBITDA naik menjadi 47,6 persen. Sementara itu, laba bersih normalisasi (normalized net profit) melonjak 49,2 persen YoY menjadi Rp3,2 triliun.
Di sisi neraca, Indosat juga mencatatkan perbaikan signifikan dengan rasio net debt to EBITDA yang turun drastis dari 0,49 kali menjadi hanya 0,1 kali, mencerminkan kondisi keuangan yang semakin sehat.
Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah dalam jumpa pers secara daring pada Selasa (28/7/2026) mengatakan bahwa, capaian tersebut merupakan hasil dari strategi perusahaan dalam menghadirkan layanan digital yang relevan sekaligus menjaga disiplin operasional.
“Pertumbuhan kinerja ini menunjukkan bahwa strategi kami dalam menghadirkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI), memperkuat pengalaman pelanggan, dan menjaga efisiensi operasional mampu menciptakan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Kami akan terus menghadirkan solusi digital yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta mendukung transformasi digital Indonesia,” ujar Muhammad Buldansyah.
Secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ), pendapatan Indosat pada Kuartal II juga tetap menunjukkan tren positif dengan kenaikan 1,4 persen dibandingkan Kuartal I. Pertumbuhan tersebut didukung meningkatnya Average Revenue Per User (ARPU) serta konsumsi layanan data, meski sebelumnya perusahaan menghadapi basis pendapatan yang tinggi selama momentum Ramadan.
Pada periode yang sama, EBITDA tumbuh 1,6 persen QoQ, melampaui laju pertumbuhan pendapatan berkat efisiensi biaya yang konsisten. Laba bersih normalisasi juga meningkat 22,9 persen QoQ, didorong oleh kenaikan EBITDA dan menurunnya beban pembiayaan.
Adapun laba bersih yang dilaporkan (reported net profit) melonjak hingga 88,9 persen QoQ, terutama ditopang keuntungan pascapajak sekitar Rp1 triliun dari transaksi FiberCo.
Dari sisi operasional, Indosat mempertahankan basis pelanggan di angka 93,4 juta pelanggan. Nilai ARPU meningkat menjadi Rp46.000, sementara trafik data tumbuh 1,6 persen QoQ, mencerminkan tingginya aktivitas digital masyarakat.
Segmen home broadband juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan jumlah pelanggan mencapai 436.000, meningkat 5,1 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Perseroan menilai pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari berbagai inovasi berbasis kecerdasan buatan yang terus dikembangkan, mulai dari kolaborasi dengan Adobe Express, integrasi Gemini, pengembangan Sahabat AI, hingga fitur anti-spam scam yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan keamanan digital pelanggan.
Dengan kombinasi pertumbuhan pendapatan, peningkatan laba, serta struktur keuangan yang semakin kuat, Indosat optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri telekomunikasi nasional.(Iman Suryanto)





