Dalam konteks pembangunan ekonomi negara berkembang, Nyanyang melihat influencer marketing membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk memperluas pasar internasional tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.
“Melalui kreativitas digital dan kolaborasi strategis, produk lokal kini memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi merek global. Ini menjadi peluang besar untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan warisan budaya ke pasar internasional,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor bisnis dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah perlu menciptakan regulasi yang mendukung inovasi, universitas harus memperkuat kolaborasi dengan industri, sementara dunia usaha dituntut terus berinvestasi pada transformasi digital.
Forum International Webinar 2026 ini menjadi momentum penting dalam membahas arah perkembangan ekonomi digital global sekaligus mempertegas pentingnya adaptasi teknologi dan strategi pemasaran modern sebagai motor penggerak pertumbuhan bisnis di masa depan.
Menutup pidatonya, Nyanyang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendorong inovasi, membangun komunikasi digital yang etis, serta menciptakan merek yang tidak hanya dikenal dunia, tetapi juga dipercaya dan memberi dampak positif bagi masyarakat luas.





