Ia menjelaskan bahwa fenomena influencer marketing kini menjadi salah satu instrumen ekonomi digital yang semakin strategis bagi dunia usaha. Influencer, kata dia, tidak lagi sekadar pembuat konten, melainkan telah berkembang menjadi pembentuk opini publik, pencerita merek, sekaligus aktor penting yang memengaruhi keputusan konsumsi masyarakat.
Menurut Nyanyang, dalam dunia bisnis modern, tingkat kepercayaan konsumen kini menjadi faktor utama keberhasilan sebuah merek. Bahkan, keaslian komunikasi dinilai memiliki nilai lebih besar dibandingkan kampanye iklan konvensional dengan biaya tinggi.
“Di era digital, kepercayaan adalah mata uang paling berharga. Merek mungkin menciptakan produk, tetapi manusialah yang menciptakan kepercayaan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyoroti bagaimana perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), big data, dan analisis digital telah merevolusi strategi pemasaran global. Perusahaan kini mampu mengukur efektivitas kampanye secara presisi, memahami perilaku konsumen, hingga mengoptimalkan tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI) dengan tingkat akurasi yang semakin tinggi.
Namun demikian, Nyanyang mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengabaikan aspek etika. Transparansi, kepercayaan, dan keaslian harus tetap menjadi fondasi utama dalam membangun strategi pemasaran yang berkelanjutan.





