

NUSANTARANEWS.ASIA, BATAM – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, menghadiri kegiatan screening Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan 2026 yang diselenggarakan Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Perwakilan Batam di Aula Jing Si Batam, Kompleks Tzu Chi, Jalan Taman Indah Blok III, pada 17–18 Oktober 2026.
Kegiatan kemanusiaan tersebut menjadi salah satu upaya membantu masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan, khususnya warga kurang mampu yang membutuhkan pemeriksaan maupun tindakan medis tetapi menghadapi keterbatasan biaya.
Kehadiran Nyanyang menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, yayasan sosial, tenaga medis, dan relawan dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Kepri.
Dalam kegiatan tersebut, proses screening menjadi tahapan penting untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan peserta sekaligus menentukan kebutuhan dan tindak lanjut medis yang sesuai.
Sejumlah pelayanan yang lazim dihadirkan dalam program Baksos Kesehatan Buddha Tzu Chi meliputi operasi katarak, operasi hernia, pengangkatan benjolan, penanganan bibir sumbing, serta pemeriksaan kesehatan umum dan penyakit degeneratif.
Program semacam ini juga memiliki arti penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan. Jarak menuju fasilitas kesehatan, biaya transportasi, dan keterbatasan akses layanan spesialis masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Wagub: Kesehatan Masyarakat Harus Menjadi Perhatian Bersama
Wagub Nyanyang Haris Pratamura menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
“Kegiatan bakti sosial kesehatan seperti ini memiliki nilai kemanusiaan yang sangat besar. Kita tidak hanya berbicara tentang pengobatan, tetapi juga tentang kepedulian, kebersamaan, dan upaya memastikan masyarakat mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih sehat,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi Yayasan Buddha Tzu Chi Batam, tim medis, dan para relawan yang telah mengambil bagian dalam kegiatan sosial tersebut.
“Pemerintah tentu menyambut baik keterlibatan yayasan dan komunitas yang ikut membantu masyarakat. Semangat seperti ini perlu terus diperkuat agar semakin banyak warga yang terbantu, termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau dan wilayah dengan akses pelayanan kesehatan terbatas,” tegasnya.
Di sela-sela kegiatan, Wagub Nyanyang juga berdialog langsung dengan warga yang mengikuti proses screening. Interaksi tersebut menjadi kesempatan untuk mendengarkan kebutuhan peserta sekaligus memahami berbagai kendala yang mereka hadapi ketika mengakses layanan kesehatan.
Dalam dialog tersebut, Wagub menyapa peserta, menanyakan kondisi mereka, serta menggali informasi mengenai akses pelayanan kesehatan yang selama ini diperoleh.
“Bagaimana kondisi kesehatannya? Semoga melalui kegiatan ini, Bapak dan Ibu bisa memperoleh pemeriksaan yang dibutuhkan,” jelasnya lagi.
Warga peserta baksos juga dapat diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman dan harapan mereka, terutama terkait kebutuhan pemeriksaan lanjutan, akses dokter spesialis, serta biaya perjalanan bagi masyarakat yang berasal dari wilayah kepulauan.
Bagi sebagian warga, kegiatan seperti ini bukan sekadar kesempatan menjalani pemeriksaan medis, melainkan juga jalan untuk memperoleh informasi tentang kondisi kesehatan dan pilihan penanganan yang tersedia.
Dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat tersebut penting agar persoalan pelayanan kesehatan tidak hanya dipahami melalui laporan administratif, tetapi juga dari pengalaman warga yang menghadapinya sehari-hari.
Sebagaimana diketahui, Yayasan Buddha Tzu Chi dikenal melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk pelayanan kesehatan yang melibatkan tenaga medis dan relawan.
Dalam pelaksanaan program kesehatan, dukungan tim medis Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia, fasilitas kesehatan, dan jejaring relawan menjadi unsur penting sesuai dengan kebutuhan kegiatan.
Melalui screening, peserta dapat menjalani penilaian awal untuk menentukan kebutuhan pemeriksaan atau tindakan medis berikutnya. Penetapan tindakan tetap bergantung pada hasil pemeriksaan, indikasi medis, dan prosedur yang berlaku.
Bagi Provinsi Kepri yang memiliki karakteristik geografis kepulauan, sinergi antara pemerintah dan lembaga sosial diharapkan dapat mendukung pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.
Wagub Nyanyang juga mendorong agar kegiatan kemanusiaan serupa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Baksos kesehatan pada akhirnya bukan hanya tentang menghadirkan pelayanan medis gratis, tetapi juga membangun kepedulian bersama bahwa kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang harus diperjuangkan melalui kerja sama dan semangat kemanusiaan. (Iman)





