Suyudi mengatakan, Gerakan Ananda Bersinar merupakan transformasi strategi pencegahan yang menempatkan anak sebagai fokus utama.

Program tersebut tidak hanya memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, tetapi juga membangun karakter, memperkuat ketahanan diri, meningkatkan kecakapan hidup atau life skills, serta memperkuat peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.

“Gerakan Ananda Bersinar kami rancang agar berjalan searah dengan agenda besar pembangunan sumber daya manusia yang dipimpin oleh Bapak Presiden. Sebab anak yang sehat secara fisik, tercukupi gizinya, memperoleh pendidikan yang baik, tetapi tidak memiliki daya tangkal terhadap narkotika, tetap berada dalam risiko kehilangan masa depannya,” kata Suyudi.

Untuk memperkuat ekosistem pencegahan, BNN juga berkolaborasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kolaborasi tersebut mendorong integrasi Kurikulum Anti-Narkotika (KAN) ke dalam proses pembelajaran melalui mata pelajaran yang telah ada.

BNN juga menginisiasi penguatan gerakan melalui Saka Narkotika atau Saka Anti-Narkotika.

BNN Kembangkan Layanan Telerehabilitasi

Selain pencegahan, BNN terus mengembangkan layanan rehabilitasi agar lebih mudah diakses masyarakat.

Perwakilan Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Yosi Eka Putri mengatakan salah satu inovasi yang dikembangkan adalah layanan telerehabilitasi, yakni rehabilitasi berbasis digital yang memungkinkan pengguna narkoba menjalani konsultasi secara daring.

Layanan tersebut ditujukan bagi pengguna dengan tingkat penggunaan ringan hingga sedang yang masih dapat menjalani rehabilitasi rawat jalan.

Menurut Yosi, telerehabilitasi memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mendapatkan layanan tanpa harus datang langsung ke fasilitas rehabilitasi. Layanan digital tersebut juga diharapkan dapat mengurangi stigma yang masih dirasakan sebagian masyarakat ketika ingin mencari bantuan.

“Generasi Z dan kelompok usia muda lainnya lebih nyaman dengan layanan berbasis digital. Karena itu, layanan telerehabilitasi menjadi salah satu cara untuk mendekatkan akses rehabilitasi kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas Yosi.