Menurut Nyanyang, penguatan ekonomi masyarakat tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Diperlukan keterlibatan organisasi kemasyarakatan, termasuk organisasi perempuan yang memiliki kedekatan dengan keluarga dan masyarakat di tingkat akar rumput.
Karena itu, ia mendorong IWSS Kepri menghadirkan kegiatan produktif yang dapat menjangkau masyarakat di tujuh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.
Program pengembangan keterampilan, pendampingan usaha perempuan, serta penguatan ekonomi keluarga dinilai dapat menjadi langkah konkret untuk memperluas kesempatan masyarakat meningkatkan taraf hidup.
Selain sektor ekonomi, Nyanyang juga mendorong IWSS membangun komunikasi dan kerja sama dengan perangkat daerah terkait untuk mendukung program pendidikan dan kesehatan.
“Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat. Keluarga yang kuat akan membentuk masyarakat yang maju. Masyarakat yang maju akan membawa Provinsi Kepulauan Riau semakin sejahtera,” tegas Nyanyang.
Ia menambahkan, perempuan saat ini memiliki peran yang semakin luas, bukan hanya dalam kehidupan keluarga, tetapi juga dalam memimpin organisasi, menggerakkan kegiatan sosial, mengembangkan usaha, dan mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi pemerintah dan organisasi perempuan dapat membantu memastikan program pembangunan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menjaga Budaya Sulawesi Selatan di Tanah Perantauan
Selain pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya menjadi perhatian utama Andi Nurhiyari. Ia mengingatkan bahwa kehidupan di perantauan berpotensi membuat generasi muda semakin jauh dari bahasa, adat istiadat, dan nilai-nilai leluhur apabila tidak diwariskan secara berkelanjutan.
Karena itu, IWSS diharapkan menjadi rumah bersama untuk memperkenalkan filosofi sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge yang mengandung nilai saling memanusiakan, menghormati, dan mengingatkan.
Menurut Andi Nurhiyari, nilai-nilai tersebut bukan sekadar warisan budaya, melainkan pedoman dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.
Ia juga mengingatkan masyarakat Sulawesi Selatan di Kepulauan Riau agar tetap menjaga jati diri tanpa mengabaikan adat istiadat masyarakat setempat.
Kepulauan Riau yang dihuni berbagai kelompok etnis dan budaya, menurutnya, membutuhkan sikap saling menghormati agar keberagaman tetap menjadi kekuatan bersama.
“Menjaga budaya sendiri bukan berarti mengabaikan budaya masyarakat tempat kita tinggal. Kita harus mampu mempertahankan jati diri sekaligus menghormati adat istiadat daerah setempat,” menjadi pesan yang ditekankan dalam arahannya.
Andi Nurhiyari turut menyoroti keteguhan, keberanian, dan kemandirian perempuan Bugis-Makassar yang secara turun-temurun berperan dalam menjaga keluarga, beradaptasi di lingkungan baru, serta membantu menopang perekonomian rumah tangga.
Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk mendorong perempuan masa kini agar terus berkembang dan berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.
Andi Nurhiyari mengungkapkan bahwa jaringan IWSS telah berkembang di berbagai wilayah Indonesia hingga sejumlah negara, termasuk Malaysia, Kanada, dan Amerika Serikat, khususnya California.
Jaringan tersebut menjadi modal sosial untuk mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Sulawesi Selatan yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Ia bahkan mengundang Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura beserta jajaran pengurus IWSS Kepri untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga besar IWSS di luar negeri.
Menurutnya, luasnya jaringan organisasi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan dan memperluas hubungan antarkomunitas masyarakat Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan yang sama, Andi Nurhiyari juga menyampaikan bahwa PP IWSS dijadwalkan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada November 2026 untuk membahas keberlanjutan kepemimpinan dan arah organisasi.
Ia menyebut sambutannya pada pelantikan IWSS Kepri tersebut sebagai salah satu momen penting menjelang berakhirnya masa kepemimpinannya di tingkat pusat.
Menutup sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada Nenny Dwiyana Nyanyang beserta seluruh pengurus yang baru dilantik.
Ia berharap kepengurusan IWSS Kepri periode 2026–2031 mampu menjaga kekompakan, memperkuat pembinaan anggota, dan menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan kepengurusan baru tersebut, IWSS Kepri diharapkan tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya dan penguatan persaudaraan, tetapi juga berkembang sebagai penggerak pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, serta penjaga keharmonisan masyarakat di Bumi Segantang Lada. (Iman)





