

NUSANTARANEWS.ASIA, NATUNA – Potensi ekonomi kelautan Kepulauan Riau (Kepri) kembali mendapat perhatian. Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, turun langsung melakukan panen ikan napoleon dan kerapu di Sedanau, Kabupaten Natuna, Selasa (1/9/2026).
Panen tersebut tidak sekadar menjadi momentum produksi perikanan, tetapi juga menunjukkan besarnya peluang ekonomi yang dapat dikembangkan dari sektor kelautan, khususnya bagi masyarakat pesisir Natuna.
Sedanau selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki aktivitas perikanan dan budidaya laut. Ikan kerapu dan napoleon menjadi bagian dari komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi, sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Kehadiran Nyanyang dalam panen tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah ingin memastikan potensi perikanan tidak berhenti pada aktivitas produksi, tetapi dapat berkembang menjadi sebuah ekosistem ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi nelayan dan pembudidaya.
“Potensi kelautan Natuna sangat besar. Ini harus kita kelola dengan baik agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Nyanyang.
Menurut dia, pengembangan sektor perikanan membutuhkan dukungan dari hulu hingga hilir. Budidaya, kualitas produksi, akses pasar, teknologi, hingga penguatan kelembagaan masyarakat harus berjalan secara beriringan.
Dengan pendekatan tersebut, komoditas perikanan Natuna diharapkan tidak hanya dijual sebagai hasil produksi mentah. Penguatan rantai pasok dan nilai tambah menjadi penting agar manfaat ekonomi yang tercipta dapat lebih banyak dinikmati masyarakat daerah.
Panen ikan napoleon dan kerapu di Sedanau juga memperlihatkan bahwa ekonomi Natuna memiliki basis yang kuat pada sumber daya laut. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara berkelanjutan sekaligus mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kepri, kata Nyanyang, akan terus mendorong pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, pelaku usaha, nelayan, pembudidaya serta berbagai pemangku kepentingan.
“Jangan sampai potensi yang besar ini tidak memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Kita ingin ekonomi kelautan tumbuh, masyarakatnya sejahtera dan sumber daya lautnya tetap terjaga,” katanya.
Bagi Natuna, penguatan ekonomi berbasis perikanan memiliki arti strategis. Selain menjadi sumber pendapatan masyarakat pesisir, sektor tersebut juga dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah dan memperkuat posisi Natuna sebagai salah satu kawasan kelautan penting di Kepri.
Karena itu, panen napoleon dan kerapu di Sedanau bukan sekadar tentang hasil tangkapan atau produksi hari itu. Di baliknya terdapat peluang untuk membangun rantai ekonomi kelautan yang lebih kuat—dari laut, masuk ke proses budidaya dan pengolahan, hingga menembus pasar bernilai tinggi.
Jika dikelola dengan prinsip keberlanjutan, kekayaan laut Natuna dapat menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Iman Suryanto)






