Menurutnya, keberhasilan penerapan teknologi pertanian perlu diukur melalui sejumlah indikator, mulai dari pertumbuhan tanaman, efisiensi penggunaan sarana produksi, hasil panen, hingga dampaknya terhadap pendapatan petani.

Dengan pencatatan dan evaluasi yang terukur, penerapan sistem PM-AAS dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan langkah pengembangan pertanian pada musim tanam berikutnya.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu petani dan pemerintah mengidentifikasi metode budidaya yang sesuai dengan kondisi lahan serta kebutuhan produksi pangan di Kepri.

Dalam kegiatan tersebut, juga direncanakan penyerahan bantuan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani penerima, yakni sembilan kelompok tani untuk komoditas cabai dan dua kelompok tani untuk komoditas padi.

Nyanyang berharap bantuan itu dimanfaatkan secara tepat sasaran dan bertanggung jawab sehingga mampu mendukung peningkatan produksi serta memperkuat usaha pertanian masyarakat.

Pendampingan Petani hingga Pemasaran

Selain pemanfaatan teknologi dan bantuan sarana produksi, Nyanyang menekankan pentingnya pendampingan petani secara menyeluruh, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pemasaran hasil pertanian.

Ia meminta perangkat daerah, penyuluh pertanian, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP), serta seluruh mitra terkait terus memperkuat koordinasi agar program yang dijalankan memberikan hasil nyata.

Menurutnya, peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan terbukanya akses pasar dan membaiknya kesejahteraan petani. Tanpa dukungan pemasaran yang memadai, peningkatan hasil panen belum tentu memberikan dampak optimal terhadap pendapatan petani.

Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, instansi teknis, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat dinilai penting untuk membangun kemandirian pangan daerah.

“Keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari meningkatnya produksi, membaiknya pendapatan petani, terjaganya lingkungan, dan semakin kuatnya kemandirian pangan daerah,” tegasnya.