NUSANTARANEWS.ASIA, JAKARTA — LinkedIn yang selama ini dikenal sebagai platform utama untuk membangun jaringan profesional dan mencari kerja mulai kehilangan popularitas di kalangan Generasi Z (Gen Z).
Riset terbaru dari Zety menunjukkan, Gen Z kini lebih banyak mengandalkan YouTube dan Instagram untuk mencari informasi karier, membangun jaringan profesional, hingga menemukan peluang kerja.
Survei yang melibatkan 919 pekerja Gen Z di Amerika Serikat itu menemukan bahwa seluruh responden menggunakan media sosial untuk mencari nasihat karier. YouTube menjadi platform yang paling banyak digunakan dengan 80 persen, disusul Instagram 73 persen.
Sementara itu, LinkedIn hanya digunakan oleh 26 persen responden untuk mencari nasihat karier. Angka tersebut bahkan berada di bawah Facebook, X, TikTok, dan Reddit.
Instagram juga semakin berperan dalam pencarian kerja. Sebanyak 74 persen Gen Z menggunakannya untuk membangun jaringan profesional, sementara 69 persen mengaku pernah mendapatkan pekerjaan atau magang melalui platform tersebut.
Secara keseluruhan, 98 persen Gen Z dalam survei tersebut berhasil memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan pekerjaan.
Gen Z Lakukan “Vibe Check” Sebelum Melamar
Menariknya, sebanyak 99 persen Gen Z mengaku mengecek media sosial perusahaan sebelum melamar pekerjaan. Fenomena ini dikenal dengan istilah vibe check, yakni melihat suasana, budaya, dan citra perusahaan melalui media sosial.





