NUSANTARANEWS.ASIA, Batam – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus mengupayakan percepatan perusahaan daerah di Kepri untuk go public atau menjadi perusahaan terbuka guna meningkatkan kapasitas perusahaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk mendukung hal tersebut, OJK mendorong perusahaan daerah untuk semakin memperkuat tata kelola (Good Corporate Governance/GCG) dan penguatan integritas guna meningkatkan kepercayaan investor.
Demikian disampaikan Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya saat membuka Go Public Seminar yang diselenggarakan OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Batam, Kamis (23/7/2026).
Sinar menyampaikan, bahwa industri pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Berdasarkan data per 17 Juli 2026, jumlah investor pasar modal telah mencapai 29.547.625 Single Investor Identification (SID), yang mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal Indonesia.
Menurutnya, OJK saat ini tengah menjalankan Agenda Reformasi Penguatan Integritas Pasar Modal Indonesia yang berfokus pada dua pilar utama, yaitu Market Integrity (Integritas Pasar) dan Market Deepening (Pendalaman Pasar). Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat kepercayaan investor sekaligus meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia.
“Kepercayaan investor tidak hanya ditentukan oleh potensi imbal hasil, tetapi juga oleh kualitas tata kelola, transparansi, dan kepatuhan emiten terhadap ketentuan yang berlaku. Karena itu, penguatan integritas pasar menjadi fondasi penting dalam menciptakan pasar modal yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan,” kata Sinar.





