OJK juga terus mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif sumber pendanaan jangka panjang guna memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan daya saing, serta mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Hingga pertengahan Juli 2026, tercatat sebanyak tujuh perusahaan telah melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.
Sinar menegaskan OJK berkomitmen menjaga integritas pasar modal melalui penguatan tata kelola yang baik agar kepercayaan investor terus meningkat. OJK juga mendorong pelaku usaha di Kepulauan Riau untuk memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan serta siap memberikan pendampingan kepada perusahaan yang akan melakukan go public.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI Listyorini Dian Pratiwi, Kepala BEI Perwakilan Kepulauan Riau Indra Novita, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau Mustava, serta Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kota Batam Suyono Saputra.
Melalui sinergi antara OJK, BEI, pemerintah daerah, asosiasi dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, OJK berharap semakin banyak perusahaan di Kepulauan Riau yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang sehingga dapat memperkuat daya saing usaha, memperluas basis investor, mendukung pendalaman pasar keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (IMAN)





