9 Desa Binaan Imigrasi di Batam

Hingga saat ini, sebanyak sembilan Desa Binaan Imigrasi telah dibentuk di Kota Batam. Kesembilan wilayah tersebut meliputi Kelurahan Tanjung Sengkuang, Teluk Tering, Patam Lestari, Sungai Binti, Sungai Lekop, Sungai Pelunggut, Sungai Langkai, Tembesi, dan Sagulung Kota.

Selain Desa Binaan Imigrasi, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi mengenai Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) yang disampaikan petugas Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian.

APOA merupakan sistem yang disediakan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memudahkan pemilik atau pengurus tempat penginapan, penjamin perusahaan, maupun individu yang memberikan tempat tinggal kepada orang asing dalam melaporkan keberadaan orang asing.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu masukan yang muncul adalah pembentukan grup komunikasi yang melibatkan PIMPASA dan perangkat wilayah.

Grup tersebut diharapkan dapat menjadi sarana penyampaian informasi awal maupun laporan mengenai keberadaan dan kegiatan orang asing di lingkungan masyarakat.

Imigrasi Batam Dorong Pengawasan Partisipatif

Melalui kegiatan ini, Imigrasi Batam mendorong terbangunnya kolaborasi yang lebih kuat antara Imigrasi, pemerintah kelurahan, perangkat RT/RW, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menegaskan bahwa pengawasan orang asing membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Pengawasan Orang Asing bukan hanya menjadi tugas Imigrasi, tetapi membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, informasi mengenai keberadaan maupun kegiatan Orang Asing dapat lebih cepat diterima dan ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang. Inilah yang ingin kita bangun melalui Desa Binaan Imigrasi,” ungkapnya.

Penguatan pengawasan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencegahan TPPO, TPPM, serta keberangkatan PMI secara nonprosedural.

Imigrasi Batam berkomitmen memperkuat pengawasan dan sinergi penegakan hukum sesuai perintah harian Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, dengan mengedepankan semangat “Imigrasi untuk Rakyat.”

Ke depan, Desa Binaan Imigrasi diharapkan tidak berhenti sebagai program sosialisasi, tetapi berkembang menjadi jejaring kolaborasi yang mampu memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis masyarakat secara berkelanjutan.