Ia menjelaskan, kebutuhan akan konektivitas digital berkapasitas tinggi terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi global.

Aktivitas ekonomi digital saat ini membutuhkan jaringan yang stabil, berkecepatan tinggi, serta memiliki latensi rendah agar mampu mendukung layanan komputasi awan (cloud computing), pusat data, transaksi digital, hingga pengembangan teknologi AI.

Karena itu, Nongsa Changi Cable dipandang sebagai salah satu infrastruktur strategis yang mampu menjawab tantangan tersebut.

Jalur kabel bawah laut yang menghubungkan Batam dan Singapura memberikan akses konektivitas internasional yang lebih efisien sehingga mempercepat arus pertukaran data antara Indonesia dan pusat-pusat ekonomi digital dunia.

Menurut Nyanyang, keberadaan infrastruktur digital kelas dunia akan meningkatkan daya saing Batam dalam menarik investor global. Selama ini, Batam telah berkembang sebagai kawasan industri, perdagangan, dan logistik.