Lebih lanjut, Amsakar menegaskan bahwa penyelesaian seluruh aspek perizinan menjadi prioritas agar pembangunan dapat dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku. Dalam setiap tahapan, BP Batam juga mengedepankan komunikasi yang humanis dengan masyarakat sekitar serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum.
Setelah seluruh proses administrasi dan perizinan selesai, pembangunan fisik sekolah akan dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian pada tahun 2028.
“Kami tidak ingin pembangunan dimulai tanpa seluruh aspek hukum dan teknis dipastikan selesai. Sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan generasi Batam dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat Merah Putih akan memberikan kontribusi besar dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Selain menghadirkan pendidikan berkualitas dengan fasilitas yang memadai, sekolah ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Menurut Li Claudia, pembentukan karakter akan dipadukan dengan pendidikan vokasi yang berorientasi pada penguasaan keterampilan praktis agar lulusan memiliki daya saing tinggi di dunia kerja.
“Pemerintah ingin agar anak-anak dari keluarga prasejahtera juga mendapat pendidikan yang layak sehingga memiliki bekal yang kuat untuk menghadapi tantangan kompetensi di dunia kerja,” ujar Li Claudia.
SUMBER: BISNIS INDONESIA





