Dari sisi keberlanjutan dan teknologi, industri konstruksi juga dituntut untuk mengadopsi konsep konstruksi hijau atau smart and green construction. Penerapan konsep tersebut membutuhkan standar manajemen risiko serta peningkatan produktivitas yang lebih ketat.
Seiring dengan proyeksi peningkatan nilai pasar konstruksi nasional, APPEKNAS menilai penguatan ekosistem industri konstruksi menjadi hal yang penting untuk dilakukan secara berkelanjutan.
Akselerasi kompetensi dan sertifikasi juga menjadi perhatian utama. APPEKNAS terus mendorong sosialisasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) serta transisi kualifikasi seiring dengan adanya puluhan ribu sertifikat tenaga kerja yang akan diperbarui.
Fandy menambahkan, kerja sama akademis antara lembaga pendidikan, perguruan tinggi, dan pendidikan vokasi perlu terus diperkuat dalam rangka meningkatkan kualitas SDM konstruksi Indonesia.
“Kerja sama akademis antara lembaga pendidikan, perguruan tinggi, dan vokasi menjadi bagian penting dalam peningkatan SDM konstruksi,” tutup Fandy.





