Pada 2019, capaian penjualan berada di angka sekitar 94.470 kiloliter (KL), sementara pada 2025 mencapai sekitar 76.650 KL berdasarkan grafik kinerja yang dipaparkan.
“Kalau dilihat sebelum Covid dan sesudah Covid, masih belum sampai seperti 2019,” ujarnya.
Penjualan Avtur 2026 Diprediksi Naik 5 Persen
Memasuki 2026, prospek penjualan avtur di Hang Nadim semakin terbuka seiring bertambahnya rute penerbangan dan meningkatnya mobilitas penerbangan.
Hingga Agustus 2026, penjualan rata-rata bulanan AFT Hang Nadim berada pada kisaran 6.000 kiloliter. Pertumbuhan tersebut diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun.
Sigit mengatakan, secara keseluruhan penjualan avtur pada 2026 dibandingkan dengan 2025 diprediksi mengalami kenaikan sekitar 5 persen.
Proyeksi tersebut didukung oleh aktivitas penerbangan yang tetap tumbuh, termasuk adanya pembukaan sejumlah rute baru.
“Kami berharap penjualan tersebut masih terus bertumbuh dengan adanya beberapa pembukaan rute baru seperti penerbangan Wings Air dengan rute Batam-Dumai sebanyak dua kali dalam seminggu,” jelasnya.
Di pasar internasional, terdapat rencana penerbangan baru dari Shenzhen, China, menuju Batam yang akan dioperasikan Donghai Airlines.
Selain itu, penerbangan internasional Malindo dan AirAsia turut memberikan kontribusi terhadap permintaan avtur di Bandara Hang Nadim.
Momentum penerbangan musiman seperti arus mudik Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, serta penerbangan haji dan umrah juga menjadi faktor penting dalam menjaga permintaan avtur.
Untuk penerbangan umrah, terdapat penerbangan langsung Batam-Jeddah yang dilakukan secara berkala.
“Di tahun 2026 ini ada tambahan pembukaan rute baru, khususnya Wings Air dari Dumai ke Batam dua kali seminggu. Kemudian penerbangan luar negeri dari Shenzhen, China, ke Batam,” kata Sigit.
Penjualan Avtur Penerbangan Haji Turun 3 Persen
Salah satu aktivitas yang turut menopang kinerja AFT Hang Nadim adalah penyelenggaraan penerbangan haji.






