“Kami terus melakukan monitoring terhadap sistem untuk memastikan transaksi menggunakan barcode kendaraan berlangsung tanpa kendala,” katanya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi akibat gangguan sistem tersebut.
Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, perusahaan akan terus memperkuat keandalan sistem digitalisasi serta meningkatkan kualitas layanan di seluruh SPBU.
Apabila masyarakat masih mengalami kendala saat melakukan transaksi BBM subsidi menggunakan barcode kendaraan, Pertamina mengimbau agar segera melaporkannya kepada petugas SPBU atau menghubungi layanan Pertamina Customer Solution 135 untuk mendapatkan bantuan.
Dengan normalnya kembali sistem barcode tersebut, Pertamina berharap distribusi BBM subsidi di Kabupaten Karimun dapat berlangsung lebih optimal, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.(*)





