NUSANTARANEWS.ASIA, BATAM – Kuatnya dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor utama keberhasilan penyelenggaraan Indonesia Marine & Offshore Expo (IMOX) 2026 di Batam. Kolaborasi aktif antara otoritas kawasan, pemerintah kota, dan asosiasi industri dinilai mampu menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan bisnis maritim dan offshore.
Group CEO Fireworks Trade Media, Kenny Yong saat ditemui KE Group pada Rabu (6/8/2026) pagi, menegaskan bahwa dukungan dari pemerintah daerah di Batam tergolong sangat kuat dan konsisten, bahkan menjadi salah satu alasan utama event ini terus digelar setiap tahun di wilayah tersebut.
“Support dari pemerintah dan asosiasi di sini sangat bagus. Mereka sangat supportive, seperti BP Batam yang selalu hadir, memberikan masukan, dan membantu pengembangan event,” ujar Kenny.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan juga berperan aktif dalam menghadirkan stakeholder industri ke dalam forum bisnis tersebut. Keterlibatan ini dinilai krusial dalam meningkatkan kualitas transaksi dan jejaring bisnis yang tercipta selama pameran berlangsung.
Sejumlah asosiasi strategis seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau, Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), hingga Batam Shipyard and Offshore Association (BSO) juga turut berperan sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri.
Kolaborasi ini tidak hanya sebatas dukungan seremonial, tetapi juga mencakup penyediaan knowledge industri, fasilitasi pertemuan bisnis, hingga promosi Batam sebagai destinasi investasi maritim global.
Secara makro, peran pemerintah daerah juga terlihat dalam penguatan daya saing Batam sebagai kawasan industri maritim. Dengan status kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone), dukungan regulasi, serta pengembangan sumber daya manusia, Batam semakin diposisikan sebagai hub strategis industri galangan kapal dan offshore di kawasan ASEAN.
Di sisi lain, penyelenggaraan IMOX sendiri menjadi platform strategis yang mempertemukan lebih dari ribuan pelaku industri global, sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama lintas negara.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku industri, IMOX 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga motor penggerak ekonomi maritim yang berkelanjutan di Batam.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ajang Indonesia Marine & Offshore Expo (IMOX) 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu magnet industri maritim nasional. Tidak sekadar menjadi etalase teknologi, pameran ini juga menjadi arena strategis perburuan transaksi bisnis bernilai besar di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kenny Yong, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini menargetkan nilai transaksi hingga USD 20 juta, melonjak signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran USD 5 juta.
“Target tahun ini sekitar USD 20 juta. Memang naik, tapi kondisinya berbeda karena pasar global masih menahan diri,” ujar Kenny saat ditemui di Batam, Rabu (5/9/2026).
Menurutnya, kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian telah mengubah pola belanja pelaku industri maritim dan offshore. Perusahaan kini cenderung lebih berhati-hati, dengan fokus utama pada efisiensi operasional dan perawatan (maintenance), dibandingkan ekspansi atau investasi besar.
“Banyak yang datang bukan langsung beli, tapi lihat dulu. Mereka lebih fokus maintenance dibanding investasi baru,” jelasnya.
Meski demikian, Kenny menilai perubahan pola ini justru membuka peluang baru yang lebih realistis dan berbasis kebutuhan industri saat ini. Hal ini menjadikan IMOX tetap relevan sebagai platform pertemuan antara pelaku usaha, penyedia teknologi, hingga pemangku kepentingan sektor maritim. (Iman Suryanto)





