“Kami berharap kerja sama ini segera ditindaklanjuti melalui kajian teknis, komersial, ekonomi, regulasi, hingga penyusunan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik setelah seluruh aspek disepakati bersama,” jelasnya.

Kwin Fo juga memberikan apresiasi kepada BP Batam atas komitmennya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan pengembangan kawasan dan penyediaan infrastruktur pendukung.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha menjadi modal utama memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan industri dan investasi bertaraf internasional.

Sementara itu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi Batam yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Ia mengungkapkan bahwa realisasi investasi Batam menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Secara triwulanan, nilai investasi meningkat dari sekitar Rp8 triliun menjadi sekitar Rp15 triliun atau tumbuh lebih dari 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Amsakar, peningkatan tersebut merupakan implementasi nyata arahan Presiden Prabowo Subianto agar Batam menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus motor penggerak investasi Indonesia.

“Kalau kolaborasi seperti ini terus kita bangun secara lebih solid, saya yakin pertumbuhan ekonomi dan investasi Batam akan meningkat jauh lebih besar lagi,” ujarnya.