Dalam keterangannya, Nyanyang menegaskan bahwa sektor pangan tidak lagi bisa dipandang semata sebagai urusan pertanian, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan global yang terus berkembang.
“Kepulauan Riau memiliki tantangan tersendiri karena karakteristik wilayah kepulauan dan keterbatasan lahan pertanian. Karena itu, kita harus membangun pola baru yang inovatif. Ketahanan pangan harus dimulai dari rumah tangga, dari pekarangan masyarakat sendiri. Jika ini berjalan masif, maka Kepri akan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” ujar Nyanyang.
Ia menambahkan, HKTI Kepri ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi petani, tetapi menjadi motor penggerak kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan.
“Kami ingin HKTI menjadi wadah yang mampu menghadirkan solusi nyata. Program Gerbang Pangan bukan sekadar gerakan menanam, tetapi gerakan ekonomi rakyat yang bertujuan memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, HKTI juga akan menyerahkan bantuan simbolis berupa paket benih, pupuk, serta media tanam polybag kepada 10 perwakilan Kelompok Tani (Poktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kepulauan Riau sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pertanian skala rumah tangga.





