Jangan Sampai Pemuda di Pulau Terluar Tertinggal
Tantangan Kepri tidak hanya berkaitan dengan persaingan mendapatkan pekerjaan. Kondisi geografis sebagai provinsi kepulauan juga menuntut pemerataan akses informasi hingga wilayah yang jauh dari pusat perkotaan.
Pemuda yang tinggal di kawasan hinterland, pulau-pulau kecil, dan wilayah perbatasan perlu memperoleh kesempatan yang sama untuk mengetahui peluang kerja serta mengikuti program peningkatan keterampilan.
Karena itu, Khairil mendorong agar pengembangan Jemari Kerja tidak berhenti pada penyediaan teknologi. Sosialisasi dan kemudahan akses harus menjadi perhatian agar platform tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Kepri.
Ia juga menilai, proses penyempurnaan aplikasi perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, pelaku usaha, hingga kalangan industri.
Masukan dari para pengguna dan pihak yang memahami kebutuhan tenaga kerja dinilai penting agar fitur dan layanan yang tersedia benar-benar menjawab persoalan di lapangan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat Jemari Kerja berkembang sebagai platform yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pencari kerja dan perusahaan.
Bagi Rumah Pemuda Kepulauan Riau, keberhasilan inovasi digital di bidang ketenagakerjaan pada akhirnya harus terlihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
Jumlah unduhan atau pengguna aplikasi memang dapat menjadi salah satu indikator jangkauan layanan. Namun, ukuran yang lebih substantif adalah sejauh mana platform tersebut membantu pencari kerja mendapatkan pekerjaan, memperluas akses pelatihan, membuka kesempatan pemagangan, dan mengurangi kesenjangan informasi ketenagakerjaan.
Khairil berharap Jemari Kerja dikelola secara berkelanjutan dengan informasi lowongan yang akurat, sistem yang mudah digunakan, serta hubungan yang kuat dengan perusahaan dan industri di daerah.





