Momentum tersebut menjadi bekal Fary saat menjadi pembicara dalam South Korea Aero Summit pada 21–22 Oktober 2026.
Ia memperkenalkan peluang industri penerbangan, perawatan dan perbaikan pesawat (maintenance, repair, and overhaul/MRO), kargo udara, serta industri pendukung Bandara Internasional Hang Nadim.
“Landasan pacu harus menjadi landasan tumbuhnya investasi dan kesejahteraan,” ungkap Fary dalam catatannya menjelang kunjungan ke Korea Selatan.
Menurutnya, pengembangan Hang Nadim perlu terhubung dengan kawasan industri dan rantai pasok global. Kepastian regulasi, kemudahan berusaha, dan kepercayaan investor menjadi fondasi untuk menarik investasi berkelanjutan.
Delegasi BP Batam juga bertemu dengan KBRI Seoul dan diterima Wakil Duta Besar RI, Ali Andika Wardhana. Pertemuan diarahkan untuk mengidentifikasi perusahaan Korea yang berpotensi berekspansi, memfasilitasi pertemuan bisnis, serta mendorong kunjungan calon investor ke Batam.
Sektor yang dibidik mencakup elektronik dan semikonduktor, komponen kendaraan listrik, rekayasa presisi, penerbangan, logistik, serta teknologi digital. Peluang tersebut ditopang status kawasan perdagangan bebas, empat Kawasan Ekonomi Khusus, dan 31 kawasan industri di Batam.





