Kerja sama impor minyak tersebut merupakan bagian dari kesepakatan government to government (G2G) antara Indonesia dan Rusia yang dibangun oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Bahlil juga mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Energi Rusia untuk memastikan implementasi kerja sama tersebut.
“Kita kan sudah ada deal antara G2G dengan Presiden Putin dan Presiden Prabowo. Dan saya kan sudah juga melakukan komunikasi dengan menteri ESDM Rusia,” ucapnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2026 yang mengatur pengadaan bahan bakar minyak (BBM). Regulasi tersebut memberikan kewenangan kepada badan usaha dan Lemigas untuk melakukan impor.
SUMBER: BISNIS INDONESIA





