

NUSANTARANEWS.ASIA, BINTAN – Kembalinya ajang balap sepeda internasional Tour de Bintan setelah vakum selama empat tahun langsung memberikan efek signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi di Kepulauan Riau (Kepri). Event yang digelar pada 21–23 Agustus 2026 itu sukses mendorong tingkat hunian hotel di kawasan Bintan Resorts, Lagoi, hingga penuh.
Ratusan pesepeda dari 42 negara ambil bagian dalam Tour de Bintan 2026. Para peserta secara resmi dilepas oleh Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, di Lagoi Bay, Sabtu (22/8).
Dalam perlombaan tersebut, peserta terbagi dalam dua kategori, yakni Gran Fondo Challenge dengan jarak tempuh 70 kilometer dan Gran Fondo Century sejauh 100 kilometer.
Nyanyang menyampaikan apresiasi tinggi atas kembalinya event berskala internasional tersebut. Menurutnya, Tour de Bintan menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam menghidupkan kembali sport tourism di daerah.
“Setelah empat tahun terhenti, Tour de Bintan kembali digelar dan menjadi event yang ditunggu-tunggu pebalap sepeda dunia. Ini bukti kolaborasi semua pihak membuahkan hasil. Ada 42 negara yang hadir di Bintan,” ujar Nyanyang.
Ia menegaskan, penyelenggaraan event internasional tidak hanya berdampak pada sektor olahraga dan pariwisata, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dari sisi ekonomi, dampaknya sangat luar biasa. Terbukti dengan tingkat hunian hotel yang penuh di kawasan Bintan Resorts selama event berlangsung,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Nyanyang, turut memberikan dukungan penuh melalui koordinasi lintas sektor bersama Dinas Pariwisata Kepri, Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri, serta Pemerintah Kabupaten Bintan. Bahkan, koordinasi juga dilakukan dengan federasi balap sepeda internasional untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan.
“Kita berkoordinasi dengan federasi internasional untuk mendapatkan dukungan penyelenggaraan event ini,” jelasnya.
Nyanyang optimistis, kembalinya Tour de Bintan akan semakin memperkuat posisi Bintan sebagai destinasi sport tourism kelas dunia, sekaligus menjadi penggerak baru ekonomi pariwisata Kepri.
Sementara itu, Chief Operating Officer Bintan Resorts Abdul Wahab mengungkapkan bahwa Tour de Bintan 2026 merupakan penyelenggaraan ke-13 dan dapat kembali terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, federasi internasional, hingga mitra penyelenggara dari Singapura, Trifactor.
Menurutnya, event ini memberikan dampak langsung terhadap sektor perhotelan dan ekonomi kawasan. Saat ini, Bintan Resorts memiliki sekitar 3.200 kamar hotel dan diproyeksikan bertambah hingga 3.000 kamar dalam tiga tahun ke depan.
“Ke depan, kapasitas kamar akan mencapai sekitar 6.000 unit. Minimal 5.000 kamar dibutuhkan agar event besar seperti Tour de Bintan dapat berjalan lebih optimal,” ungkap Abdul.
Dengan antusiasme peserta internasional dan dampak ekonomi yang signifikan, Tour de Bintan 2026 menjadi momentum penting kebangkitan sport tourism di Kepri sekaligus memperkuat daya saing Bintan di kancah pariwisata global. (Iman)






