Harga tersebut dinilai mampu memberikan penghematan bagi masyarakat sekaligus menjadi instrumen pemerintah dalam mengurangi tekanan kenaikan harga pangan.
Sejak dibuka pukul 11.00 WIB, bazar murah langsung dipadati masyarakat Tanjungpinang dan sekitarnya. Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean pembeli yang memanfaatkan kesempatan memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga lebih murah.
Program Gerakan Pangan Murah juga menjadi salah satu instrumen penting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga komoditas strategis, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada periode-periode tertentu.
Melalui kolaborasi bersama Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha pangan, dan distributor, Pemprov Kepri optimistis ketersediaan pasokan tetap terjaga sehingga gejolak harga dapat diminimalisasi.
Selain membantu masyarakat berpenghasilan rendah, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjaga konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemprov Kepri menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan, stabilisasi harga, serta peningkatan daya beli. Langkah tersebut diyakini akan memperkuat fondasi ekonomi Kepulauan Riau agar tetap tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan di tengah dinamika perekonomian nasional maupun global.
(Iman Suryanto)





