Wendi mengatakan PGN terus menawarkan pemanfaatan gas bumi kepada pengelola SPPG dengan mempertimbangkan aspek efisiensi operasional.

“Kami selalu membuat penawaran terkait efisiensi menggunakan gas bumi. Kalau ada dapur MBG yang membutuhkan, kami akan melayani,” ujarnya.

Meski demikian, besaran penghematan biaya yang dapat diperoleh setiap dapur bergantung pada kebutuhan konsumsi energi dan pola operasional masing-masing pelanggan.

Untuk memperluas jangkauan layanan, PGN tidak hanya mengandalkan jaringan pipa gas bumi. Perusahaan juga menyediakan alternatif penyaluran melalui layanan C-Cyl atau Gaslink Cylinder, yang menggunakan gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas atau CNG).

Skema tersebut memungkinkan pasokan gas bumi menjangkau dapur MBG yang lokasinya belum terhubung dengan jaringan pipa.

“Kalau pakai C-Cyl bisa di mana saja dapurnya karena tidak harus melalui jaringan pipa,” kata Wendi.

Pilihan penyaluran ini memberikan fleksibilitas bagi pengelola dapur dalam mempertimbangkan penggunaan gas bumi sesuai kondisi lokasi dan kebutuhan operasional.

PGN Batam menyatakan terbuka untuk melayani dapur MBG lain yang berminat menggunakan gas bumi, baik melalui jaringan pipa maupun skema penyaluran alternatif.

Dengan bertambahnya potensi kebutuhan energi dari sektor layanan pangan, dapur MBG menjadi salah satu segmen yang dapat dijajaki PGN untuk memperluas basis pelanggan komersial di Batam. Namun, perluasan pemanfaatannya tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing dapur, kesesuaian layanan, dan pertimbangan efisiensi biaya operasional.(Iman Suryanto)