“Kita ingin ada tindak lanjut yang nyata. Yang paling penting bukan hanya turnamennya, tetapi bagaimana pembinaan sepak bola di Batam bisa berjalan secara berkesinambungan,” katanya.
Sebagai langkah konkret, BP Batam telah membuka komunikasi dengan Garuda Yaksa untuk menjajaki kerja sama jangka panjang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Fary menjelaskan, kerja sama tersebut diarahkan agar Garuda Yaksa dapat membangun pusat atau satelit pembinaan sepak bola di Batam sehingga mampu melahirkan bibit-bibit atlet muda berbakat sekaligus memperkuat ekosistem industri olahraga.
“Kami sudah berdiskusi dengan Garuda Yaksa. Ke depan kami berharap dapat membuat MoU agar Garuda Yaksa bisa membentuk satelit pembinaan sepak bola di Batam. Ini menjadi pesan dan arahan dari pimpinan BP Batam agar pengembangan olahraga dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi daerah,” tutupnya.
Melalui sinergi antara olahraga, investasi, dan pengembangan SDM, BP Batam optimistis Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 akan menjadi momentum baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperkuat posisi Batam sebagai destinasi sport tourism dan investasi di Indonesia.(Iman Suryanto)





