NUSANTARANEWS.ASIA, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) diperkirakan kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026.

Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz mengatakan, kenaikan suku bunga tersebut diperkirakan dilakukan untuk merespons tekanan inflasi yang mendekati batas atas sasaran BI serta pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berlanjut.

“Kami memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 6,00% pada pertemuan Juli, dengan suku bunga terminal berpotensi mencapai 6,25%,” tutur Faiz dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Target inflasi BI sendiri berada pada kisaran 2,5% plus minus 1%. Dengan demikian, tekanan inflasi yang semakin mendekati batas atas target menjadi salah satu faktor yang dinilai dapat mendorong bank sentral untuk memperketat kebijakan moneternya.

Tekanan Global dan Risiko Inflasi

Dari sisi global, Faiz menilai The Federal Reserve (The Fed) masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan suku bunga saat ini.