NUSANTARANEWS.ASIA, Batam – Krisis air bersih kembali terjadi di sejumlah wilayah di Kota Batam. Warga mengeluhkan aliran air yang tidak mengalir selama lebih dari 24 jam hingga Selasa (18/8/2026), sehingga mengganggu berbagai aktivitas harian.

Keluhan warga ramai disampaikan, termasuk melalui grup komunikasi lingkungan. Dalam percakapan warga, disebutkan beberapa blok perumahan seperti blok I.3 dan I.4 mengalami gangguan serius distribusi air.

“Iya, kami tidak ada ngalir airnya sama sekali,” tulis salah satu warga. Warga lainnya juga mengungkapkan bahwa air sempat mengalir kecil pada malam hari, namun kembali mati hingga pagi.

Bahkan, ada warga yang mengaku hanya mampu menampung satu ember air selama gangguan berlangsung. “Di rumah hanya dapat satu ember,” ungkap warga lainnya.

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama saat anak-anak mulai kembali bersekolah usai libur. Banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi dan persiapan sekolah.

Sekolah Pulangkan Siswa Lebih Awal

Dampak gangguan air bersih juga dirasakan di lingkungan sekolah. Salah satu sekolah terpaksa memulangkan siswa lebih awal karena keterbatasan pasokan air.

Pihak sekolah menyampaikan pemberitahuan kepada orang tua melalui pesan resmi.

“Mohon izin menginformasikan bahwa hari ini terjadi kendala air mati di sekolah,” tulis pihak sekolah.

Meski telah berupaya mencari sumber air alternatif, hingga pagi hari pasokan air bersih belum mencukupi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Akibatnya, sekolah memutuskan mempercepat jam kepulangan siswa menjadi pukul 10.00 WIB, dari jadwal semula pukul 12.00 WIB.

“Kepulangan ananda akan kami percepat menjadi pukul 10.00 WIB,” lanjut pemberitahuan tersebut.

Pihak sekolah juga meminta orang tua untuk menjemput anak sesuai waktu yang telah ditentukan serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap adanya penanganan cepat dari pihak terkait agar suplai air bersih kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa. (Iman)