NUSANTARANEWS.ASIA, RUSIA – Momentum keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country dalam pameran industri internasional INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia, membuahkan hasil konkret.

Salah satunya datang dari Kota Batam yang berhasil mengamankan investasi baru senilai USD9,3 juta atau sekitar Rp151 miliar untuk pembangunan proyek manufaktur turbin gas.

Investasi tersebut diperoleh PT Wiraraja Tangguh, pengelola Kawasan Industri Wiraraja, melalui penandatanganan kerja sama dengan perusahaan asal Rusia, BlackEnergy AI, dalam proyek setting-up manufacture project for gas turbine in Indonesia.

Kesepakatan ditandatangani pada Rabu (8/7/2026) di Yekaterinburg Exhibition Hall oleh CEO Wiraraja Group, Akhmad Maaruf Maulana, bersama CEO BlackEnergy AI, Andrey Gennaedevic.

Penandatanganan disaksikan Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Jose Antonio Morato Tavares, serta Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Tri Supondy.

Proyek tersebut dijadwalkan mulai direalisasikan pada Agustus 2026 dengan estimasi penyerapan sekitar 200 tenaga kerja, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu tujuan investasi manufaktur berteknologi tinggi di Indonesia.

Keberhasilan ini merupakan bagian dari partisipasi Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia dalam INNOPROM 2026. Selain Kawasan Industri Wiraraja, sejumlah kawasan industri nasional lainnya juga turut ambil bagian, yakni Kawasan Industri Bintan Inti, Kawasan Industri Kendal, dan Kawasan Industri Terpadu Batang.

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa kehadiran Indonesia di INNOPROM merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring industri global.

“Partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 adalah langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional, mendatangkan investasi, mendorong pengembangan industri, dan meningkatkan daya saing manufaktur kita,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam pameran industri terbesar di Rusia tersebut tidak hanya berorientasi pada transaksi perdagangan.

Menurutnya, pemerintah memanfaatkan INNOPROM sebagai sarana mempertemukan industri nasional dengan mitra potensial di Rusia dan kawasan Eurasia guna mendorong investasi industri, pengembangan produksi bersama, hingga transfer teknologi.

Masuknya investasi manufaktur turbin gas ke Batam dinilai menjadi sinyal positif bahwa promosi industri Indonesia di pasar internasional mulai menghasilkan proyek-proyek bernilai tambah tinggi.

Selain menghadirkan modal baru, investasi tersebut juga diharapkan memperkuat ekosistem manufaktur nasional, meningkatkan transfer teknologi, serta membuka lapangan kerja yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing industri Indonesia di pasar global. (**)