NUSANTARANEWS.ASIA, BATAM — Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam menunjukkan tren pertumbuhan sepanjang 2026. Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan penyaluran bahan bakar pesawat atau avtur di Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim.

Aviation Fuel Terminal Manager Hang Nadim Group, Sigit Gentur Sutopo, mengatakan rata-rata penyaluran avtur pada 2026 telah mencapai sekitar 214 ton per hari. Angka tersebut meningkat dibandingkan rata-rata penyaluran pada 2025 yang berada di kisaran 180 ton per hari.

“Untuk sales rata-rata dibandingkan 2026 versus 2025 itu kurang lebih naik 10 sampai 15 persen. Rata-rata tahun 2025 itu 180 ton per hari, sementara 2026 sudah mendekati 214 ton per hari,” ujar Sigit.

Menurut dia, peningkatan tersebut terutama mulai terlihat pada semester kedua 2026. Jika dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, pertumbuhan penyaluran avtur secara harian berada pada kisaran 15 persen.

Kenaikan konsumsi avtur tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya mobilitas udara, seiring dengan bertambahnya aktivitas penerbangan dari dan menuju Batam.

Penerbangan Haji Ikut Dorong Penyaluran Avtur

Selain penerbangan reguler, aktivitas penerbangan haji juga memberikan kontribusi terhadap kebutuhan avtur di AFT Hang Nadim.

Sigit menyebut pada musim haji 2026, AFT Hang Nadim melayani sekitar 25 kloter, meningkat dibandingkan sekitar 22 kloter pada 2025. Penambahan tersebut turut meningkatkan kebutuhan bahan bakar pesawat selama periode keberangkatan dan kepulangan jemaah haji.

“Di tahun 2025 itu kurang lebih ada 22 kloter. Di tahun 2026 menjadi 25 kloter,” katanya.

Untuk penerbangan keberangkatan, kebutuhan avtur setiap pesawat yang dilayani mencapai sekitar 90 kiloliter (KL). Sementara pada fase kepulangan atau debarkasi, kebutuhan avtur berada di kisaran 70–75 KL per penerbangan.

Dengan adanya tambahan jumlah kloter tersebut, kontribusi penerbangan haji terhadap penyaluran avtur di Hang Nadim ikut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Karena ada tambahan kloter, kurang lebih sekitar 5 persen dibandingkan 2025,” ujar Sigit.

Pertumbuhan penyaluran avtur ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan energi untuk mendukung konektivitas udara di Batam. Sebagai salah satu pintu gerbang utama Kepulauan Riau, Bandara Hang Nadim memiliki peran strategis dalam menopang mobilitas penumpang, kegiatan bisnis, pariwisata, hingga perjalanan keagamaan.

Dengan tren pertumbuhan tersebut, kebutuhan avtur di Batam diperkirakan tetap menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional penerbangan dan konektivitas udara di kawasan. (Iman Suryanto)