Pemprov Kepri menyalurkan Rp500 juta kepada NTT untuk penanganan gempa Flores. Bantuan menjadi wujud gotong royong dan solidaritas antardaerah.
NUSANTARANEWS.ASIA, NTT – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menunjukkan kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores.
Kepedulian tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan penanganan bencana senilai Rp500 juta kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si, dan diterima Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, dalam pertemuan di Ruang Kerja Wakil Gubernur Kantor Gubernur NTT.
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemprov Kepri terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kepada saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur yang sedang menghadapi musibah. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak,” ujar Nyanyang.
Menurut Nyanyang, penanganan bencana membutuhkan kebersamaan dan gotong royong dari berbagai pihak. Karena itu, Pemprov Kepri berkomitmen untuk ikut memberikan dukungan terhadap masyarakat di daerah lain yang sedang menghadapi bencana.
“Kita semua tentu berharap masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan. Bantuan yang kami serahkan ini mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan kebutuhan yang ada, tetapi ini adalah bentuk nyata kepedulian dan solidaritas dari masyarakat Kepri untuk masyarakat NTT,” katanya.
Nyanyang juga menyampaikan harapan agar proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat Flores dapat segera kembali menjalani aktivitas secara normal.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian Pemprov Kepri terhadap masyarakat NTT.
Johni menjelaskan, gempa bumi yang melanda Flores sejak 15 Agustus 2026 memberikan dampak cukup besar, baik terhadap keselamatan masyarakat maupun kerusakan harta benda dan infrastruktur.
Gempa utama berkekuatan 7,7 SR tersebut juga diikuti ribuan gempa susulan hingga saat ini.
“Kami mengakui bahwa bencana gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores sangat besar dampaknya serta memakan korban jiwa dan materil. Gempa pertama terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026 dengan kekuatan 7,7 SR dan hingga kini diikuti oleh ribuan gempa susulan,” ungkap Johni.
Ia menegaskan, bantuan dari Pemprov Kepri akan sangat berarti dalam mendukung upaya penanganan bencana dan pemulihan masyarakat terdampak.
“Bantuan yang kami terima hari ini tentu saja sangat membantu kami dalam melaksanakan penanganan bencana di Pulau Flores,” ujarnya.
Menurut Johni, dukungan tersebut tidak hanya memiliki nilai material, tetapi juga menjadi wujud nyata solidaritas antardaerah dalam menghadapi situasi kebencanaan.
“Sekali lagi, mewakili seluruh jajaran Pemerintah dan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya sampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada kami hari ini,” tambahnya.
Dalam penyerahan bantuan tersebut, Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura didampingi Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau, Nenny Dwiyana, dan Plt. Kalak BPBD Provinsi Kepulauan Riau, Darson.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari semangat gotong royong Pemprov Kepri dalam membantu daerah yang terdampak bencana sekaligus memperkuat solidaritas dan kolaborasi antarpemerintah daerah dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan. (Iman)






