NUSANTARANEWS.ASIA, BATAM — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) optimistis mampu menorehkan prestasi terbaik pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang akan berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, 11-20 September 2026.

Optimisme tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kepri, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., saat menutup Training Center (TC) sekaligus melepas Kafilah Provinsi Kepri untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI di Ballroom Hotel Golden View, Bengkong, Batam, Rabu (9/9/2026).

Sebanyak 56 kafilah dan 15 pelatih mengikuti rangkaian pemusatan latihan sebagai persiapan menghadapi ajang MTQ tingkat nasional tersebut.

Nyanyang yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kepri mengatakan, pelaksanaan TC menjadi momentum penting untuk memantapkan kemampuan teknis sekaligus membangun kesiapan mental para kafilah.

“Training center ini bukan sekadar tempat untuk meningkatkan kemampuan teknis dan kualitas penampilan. Ini juga menjadi ruang untuk membangun mental juara, kedisiplinan, kekompakan, dan kesiapan spiritual para kafilah,” kata Nyanyang.

Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan masa pembinaan secara maksimal dengan terus belajar, berlatih, berdiskusi, serta menerima arahan dari para pelatih dan pembina.

“Manfaatkan waktu yang ada untuk mengasah kemampuan dan mengoptimalkan seluruh potensi. Saya berharap ketika tampil di Semarang nanti, seluruh kafilah mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik Kepulauan Riau,” ujarnya.

Menurut Nyanyang, para kafilah tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Provinsi Kepri di panggung MTQ Nasional. Karena itu, ia berpesan agar seluruh peserta tetap menjunjung tinggi akhlak, sportivitas, kerendahan hati dan semangat persaudaraan.

“Saudara-saudari semua tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Provinsi Kepulauan Riau. Tampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi akhlak, sportivitas, kerendahan hati dan semangat persaudaraan,” pesannya.

Nyanyang meyakini Kepri memiliki peluang besar untuk meraih hasil maksimal. Rekam jejak prestasi Kepri dalam berbagai ajang MTQ, baik di tingkat regional maupun nasional, menurutnya harus menjadi modal sekaligus motivasi bagi para kafilah.

“Kita memiliki rekam jejak prestasi yang sangat luar biasa di ajang MTQ. Jadikan pengalaman dan prestasi tersebut sebagai motivasi untuk terus memberikan yang terbaik,” katanya.

Namun demikian, Nyanyang mengingatkan bahwa keberhasilan dalam MTQ tidak semata-mata diukur dari perolehan juara dan medali. Lebih dari itu, keberadaan Al-Quran harus semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kemenangan bukan hanya ketika kita memperoleh juara dan medali. Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika ilmu Al-Quran semakin dekat dengan kehidupan kita dan ketika generasi muda semakin mencintai Al-Quran. Prestasi harus berjalan seiring dengan akhlak,” tegasnya.

Ia pun menitipkan harapan kepada seluruh kafilah agar mampu tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik selama kompetisi berlangsung.

“Berangkatlah dengan keyakinan, tampil dengan kemampuan terbaik, dan jaga nama baik Kepulauan Riau. Semoga perjuangan seluruh kafilah di Semarang membuahkan hasil terbaik dan membawa kebanggaan bagi masyarakat Kepri,” pungkas Nyanyang. (Iman)