NUSANTARANEWS.ASIA, TANJUNGPINANG – Bank Indonesia (BI) menilai kondisi perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang 2026 masih berada dalam tren positif. Pertumbuhan investasi, kuatnya sektor industri, serta meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara menjadi faktor utama yang menopang kinerja ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengatakan fundamental ekonomi Kepri masih cukup kuat di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
“Kami melihat fundamental ekonomi Kepulauan Riau masih cukup kuat. Investasi terus meningkat dan sektor industri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rony dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Senin (3/8/2026).
Meski demikian, Bank Indonesia mengingatkan bahwa pengendalian inflasi tetap menjadi perhatian utama. Berdasarkan data terbaru, tingkat inflasi Kepulauan Riau telah menurun menjadi 4,24 persen, namun masih berada di atas batas atas sasaran inflasi nasional.
Menurut Rony, salah satu faktor yang memengaruhi tingginya inflasi di Kepri adalah meningkatnya permintaan sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional, terutama di Kota Batam. Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya kunjungan wisatawan mancanegara yang turut meningkatkan konsumsi masyarakat.
Untuk itu, BI berharap sinergi seluruh anggota TPID terus diperkuat melalui berbagai langkah strategis, seperti pelaksanaan operasi pasar, peningkatan produksi pangan lokal, serta program pengendalian inflasi lainnya.
“Kami berharap melalui penguatan sinergi TPID, pelaksanaan operasi pasar, peningkatan produksi pangan lokal, serta berbagai program pengendalian inflasi lainnya, inflasi di Kepulauan Riau dapat terus menurun dan kembali berada pada sasaran nasional,” tutup Rony.
Bank Indonesia optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah, TPID, dan seluruh pemangku kepentingan akan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau hingga akhir tahun 2026.
SUMBER: KEPRIPROV





